Kita dan Kisah Nabi Yusuf serta impian itu

Kisah nabiyullah Yusuf ini adalah cerita seribu satu orang yang memiliki satu bentuk kesabaran, ketabahan menghadapi naik turunnya kehidupan; jiwa Yusuf adalah jiwa yang kokoh dalam keyakinan serta kuat dalam ketaatan. 

 

Kontributor: Achmad Room Fitrianto

 

Surat Yusuf memberikan daya Tarik tersendiri.  Surat ke dua belas dari Al Quran Karim ini memiliki 111 ayat. Bagi sebagian anak muda khususnya yang sedang dilanda asmara lebih lebih yang “bertepuk sebelah tangan” akan sangat familiar khususnya dengan ayat 31 " fallam roainahuu akbarnahuu wa qoth tho'na aidiyahunna wa qulna haasya lil lahi maa haadza basyaro, in haadzaa illa malakun kariim".  Ayat ini ini dipercaya apabila di kombinasi dengan amalan tertentu, bisa menjadi wirid pemikat lawan jenis (waallahu a'lam bishowab).  Padahal pada ayat tersebut menitik beratkan pada suatu moment dimana Nabiyullah Yusuf menjadi trend setter yang digambarkan sampai  membuat istri istri pejabat mesir saat itu yang terpesona oleh kegantengan seorang putra Yakub ini. Karena terpesonanya sampai tangan mereka terpotong pisau pun sampai tidak terasa. Magic Yusuf begitu charming dan mempesona.

Namun demikian, Surat Yusuf ini istimewa karena takwil mimpinya. Sebagai pembuka surat ini di deklarasikan bila kisah yang termuat dalam surat ini belum pernah diceritakan sebelumnya (ayat 3). Pada ayat selanjutnya juga diceritakan tentang mimpi Yusuf Alaihissalam. Dimana beliau bermimpi melihat matahari, bulan dan bintang sujud kepadanya. Sujud disini bisa diartikan sebagai bentuk menyerahan diri dan ketaatan.  Dengan mimpinya ini, Yakub, ayahnya, melarang untuk menceritakan kepada saudara saudaranya. Pelarangan ini memiliki dua maksud pertama untuk mencegah fitnah yang bisa muncul karena kesalahan interprestasi dari mereka yang kurang kompeten. Kedua karena mimpi itu isyarat akan tugas besar yang akan di emban oleh Yusuf dimasa yang akan datang, dimana dia akan diamanahi untuk menggembalakan ummat, Yang diikuti dengan kekuasaan besar untuk bisa memberdayakan dan memakmurkan ummat.

Selanjutnya Surat Yusuf ini selain tentang mimpi dan takwil, juga menggambarkan kehidupan nabi Yusuf dari masa menjadi anak kesayangan karena kecerdasan, kegantengan dan kesalehannya.  Dimana pada beberapa waktu muncul fitnah besar yang menjadikan dia jatuh jatuh kedalam kubangan perbudakan karena tipu daya saudara saudaranya.  Titik perubahan Yusuf berubah dari dunia perbudakan ketika dia  dibeli oleh seorang petinggi Mesir. Oleh si petinggi mesir, Yusuf di merdekakan dan diasuh seperti anak sendiri dan sampai sampai istri pejabat mesir inipun tertarik kepada Yusuf. Suatu ketertarikan antara wanita kepada pria dewasa. Fitnah dan fitnah memuncul dalam episode kehidupan Yusuf kali ini. Dijadikan kambing hitam atas kesalahan yang tidak pernah dilakukan dan berujung kepada kehidupan penjara. Kehidupan dalam penjara ini bukan akhir dari segalanya. Malahan dari kehidupan penjara ini akhirnya Yusuf ditemukan oleh raja mesir yang bingung dengan mimpinya yang digambarkan ada tujuh sapi gemuk yang kemudian dimakan oleh tujuh sapi yang kurus kurus serta melihat tujuh butir gandum yang bagus dan tujuh butir gandum yang kisut. Dengan ilmu dan ijin Allah Yusuf bisa menerjemahkan mimpi itu dengan ilmiah serta bisa memberi solusi dari masalah kenegaraan yang dihadapi kerjaan mesir saat itu dan akhirnya Yusuf diangkat menjadi penasehat raja dengan kekuasaan penuh untuk mengatur pemerintahan guna menyiapkan diri penghadapi apa yang telah ditafsirkan dari mimpi sang raja.

Kisah nabiyullah Yusuf ini adalah cerita seribu satu orang yang memiliki satu bentuk kesabaran, ketabahan menghadapi naik turunnya kehidupan; jiwa Yusuf adalah jiwa yang kokoh dalam keyakinan serta kuat dalam ketaatan. Coba kita kembalikan kepada diri kita umumnya, kebanyakan kita hanya yakin ketika kondisi diri aman dan tenang, lalu menjadi peragu ketika kondisi diri terancam dan penuh ujian. Pembelajaran dari kisah Yusuf dalam surat ke 12 Al quran mengajarkan kesabaran dalam penantian  serta ke optimisan. Sementara keraguan menjadikan penungguan sebagai deretan waktu panjang yang memuakkan dan membosankan. Kedua,pembelajaran dari kisah ini adalah untuk tidak berlaku sombong dan menonjolkan kelebihan (kegantengan/kecantikan/kekayaan) yang dimiliki, tidak eksibisionis (pamer diri- suka foto Selfie), tidak arogan dan merasa benar sendiri dengan kecerdasan dan pengetahuan yang dimiliki, selalu meminta pendapat sahabat terbaik, sahabat yang pendapatnya konsisten terukur dan bisa dijadikan ibrah dan pegangan sehingga tidak terjerumus pada asumsi dan syak wasangka yang menjerumuskan. Ketiga,  bagaimana manajemen kejiwaan Yusuf juga memiliki kekuasaannya tinggi menjadikannya tidak adigang adigung adiguna. Yusuf tetap tampil sebagai hamba Allah yang sederhana dan bersahaja, penuh syukur tanpa adanya keluhan. Teladan yang indah bagi kita semua, semoga kita bisa belajar dari kisah ini.

Sebagai kesimpulan, Al Quran surat ke duabelas ini seolah olah memberi petujuk akan dua hal, pertama untuk tetap positif terhadap impian impian kita, jangan sampai kehilangan harap, putus asa atau takut untuk meraih kehidupan yang lebih baik, jangan takut berhijrah, jangan takut untuk meninggalkan status quo untuk mengejar bintang, rembulan, matahari atau apapun itu perlambangnya. Dikisahkan juga dalam Surat ini tafsiran dari mimpi Yusuf menjadi kenyataan. Suatu karunia yang indah dan menyenangkan karena bisa menafsirkan dengan tepat impian yang diperoleh dan bisa berbuat positif ketika impian itu sudah terwujud kepada umat dan lingkungannya. Kedua surat ini mengambarkan tentang episode kehidupan yang ibarat roller coaster yang naik turun dan juga dikisahkan bagaimana kekuasaan dan pertolongan Allah bisa menjadi best solution dengan jalan dan cara yang tidak disangka sangka, bila kita berpasrah dan berserah kepadanya. Karena dua hal inilah, tidak lah salah bila kisah kisah dalam surat ini dijuluki sebagai Ahsanul Qashashi (kisah terbaik).

Perth, 11 September 2015