Mencukur Jenggot

Dalam teks-teks fikih dinyatakan bahwa menggunduli jenggot (cukur bersih) menurut jumhur fuqaha hukumnya haram.

 

Dalam teks-teks fikih dinyatakan bahwa menggunduli jenggot (cukur bersih) menurut jumhur fuqaha hukumnya haram.

Menurut Ibnu Abidin, tidak ada yang membolehkan mencukur jenggot sampai tersisa kurang dari segenggam. Apalagi sampai menggunduli jenggot.

Di lingkungan mazhab Syafi'i ada pendapat yang menyatakan hukum mencukur bersih jenggot  makruh, bukan haram.

 

FIKIH SAYA PRIBADI.

Perintah memelihara jenggot tidak bisa dilepaskan dari perintahnya yang pokok, yakni  خالفوا المشركين (berbedalah kalian dg orang-orang musyrik).

Dalam situasi konflik seperti pd zaman Nabi amat diperlukan adanya ciri/atribut fisik (luar) utk membedakan mana kawan dan mana lawan. Berhubung kala itu orang-orang musyrik punya ciri luar mencukur jenggot dan memelihara kumis, Nabi SAW perintahkan umat Islam untuk tampil beda, yakni sebaliknya.

Jadi perintah memelihara jenggot sesungguhnya adalah aspek teknis-instrumental dari prinsip agar umat Islam punya ciri atau atribut sendiri yang memudahkan mereka untuk dikenali dan dibedakan dari komunitas yang lain. 

Perintah memelihara jenggot --dengan demikian-- bukanlah syariat yang universal, tapi parsial, lokal, dan temporal. 

Yang universal adalah syariat untuk memiliki ciri atau atribut yang berbeda dengan umat atribut non muslim.

Di Bali, misalnya, atribut yg menjadi ciri khas (identitas) umat Hindu jangan dipakai oleh orang Islam. Umat Islam Bali harus tampil dengan atribut yang lain.

Ringkasnya, kalau mencukur jenggot tidak lagi menjadi atribut spesifik komunitas non muslim (seperti di Indonesia kini), maka memelihara jenggot tidak lagi relevan untuk dipandang sebagai instrumen yang diperintah syariat untuk tampil beda dengan mereka.

Sekali lagi perintah syariat yang universal dan abadi adalah خالفوا المشركين.  Sdgkan instrumennya tergantung sikon setempat. Bisa kerudung, baju kurung, songkok, sarung, serban, baju takwa, atau yang lain.

Di samping jenggot, sesungguhnya piranti instrumental lain yang diperintahkan Nabi untuk dilakukan kaum muslimin pada zaman itu sebagai atribut pembeda dengan komunitas Ahlul Kitab, yaitu SEMIR RAMBUT. Tapi skrg.rupanya yang ini kalah yoni dg JENGGOT. Padahal komunitas Ahlul Kitab di Indonesia lebih banyak dibanding komunitas musyrik. Barangkali faktornya karena.nyemir rambut sdh jadi atribut ARTIS GAUL.

 

Kontributor: Dr. Abd. Salam Nawawi, Mantan Dekan Fakultas Syariah UIN Sunan Ampel