Kryptonite dan Kelemahan Manusia Super

Anda yang gagah perkasa bisa melakukan apa saja dan sangat aktif tiba tiba anda merasa lunglai tidak berdaya, tanpa tenaga, gontai, gemetaran setelah anda menemukan kejadian atau bertemu sesuatu atau sesorang. Bila anda demikian bisa dipastikan anda telah bertemu dengan Kryptonite anda. 

 

Kita pasti Ingat cerita Superman. Sebuah cerita Komik terkenal tentang manusia baja, manusia setengah dewa yang luar biasa, perkasa dan baik hati.  Hampir semua cerita serial komik tersebut dan setiap visualisasi film layar lebarnya selalu menonjolkan nilai nilai kemanusiaan dan membela kebenaran. Clark Kent (si Superman) dibesarkan didesa kecil bernama Smallville yang diasuh oleh orang tua angkat pasangan Kent, Jonathan Kent dan Martha Kent. Pada Film layar lebarnya yang terakhirnya (Man Of Steel), kita bisa melihat bagaimana Clark Kent mengalami "perjalanan spiritual" yang sangat hebat. Ketika dia menemui kenyataan bahwa dia tidak bisa dia menolong ayahnya (Jonathan Kent) dari tornado di depan publik demi merahasiakan sejatinya siapakah dia. Sang ayah begitu kuat menolak untuk diselamatkan dikarenakan public belum siap menerima sosok manusia super yang ideal jadi superhero. Pasca kejadian itu dia melakukan pengembaraan untuk menemukan jadi dirinya, tugas apa yang sebetulnya diberikan kepada dirinya, mengapa dia ada dimuka bumi? mengapa harus dia?.

 

Kejadian ini seolah olah juga bisa terjadi dan dialami oleh siapapun. Dalam rangka untuk melindungi kepentingan yang lebih besar, acabkali kita harus mengambil keputusan yang sangat berat dan besar serta menyesakkan dada. Terkadang dalam proses pengambilan keputusan terjadi dialog kebatinan yang sangat hebat. Contoh lain ketika seorang suami diberikan surat konsent oleh dokter untuk memberi ijin melakukan tindakan pembedahan Istri yang sedang mengandung anak pertamanya, dimana dalam kondisi jiwa anak dalam kandungan dan kondisi ibu yang juga sakit harus dipertaruhkan. Pilihan akan menjadi berat apabila dalam diskusi dan surat konsent itu harus memprioritaskan keselamatan sang Bayi atau sang Ibu? . Di sini letak "kesupermanan" manusia dipertaruhkan.  

 

Terlebih lebih bila pada satu kenyataan pasca persalinan yang serba sulit itu keduanya bisa diselamatkan dan dihadapkan pada pilihan lainnya dimana dia harus memilih antara pengembangan karir sebagai seorang peneliti lapangan ataukah harus menjaga sang anak, maka bisa dilihat betapa berat pilihan itu dan pada akhirnya harus memilih untuk bisa "bermain dan belajar" bersama si Kecil. Dua contoh kehidupan diatas mungkin hanya contoh kecil bagaimana kehidupan harus dijalani.

 

Melanjutkan sisi ke pahlawanan Superman, keperkasaan superman bukanlah keperkasaan tanpa cacat, dia akan sangat tidak berdaya apabila terdapat didekatnya batu Kryptonite, batu hijau yang berasal dari pecahan planet Krypton asalnya superman. 

 

Apakah anda pernah merasakan apa yang dirasakan Superman dan Kryptonite nya? 

 

Anda yang gagah perkasa bisa melakukan apa saja dan sangat aktif tiba tiba anda merasa lunglai tidak berdaya, tanpa tenaga, gontai, gemetaran setelah anda menemukan kejadian atau bertemu sesuatu atau sesorang. Bila anda demikian bisa dipastikan anda telah bertemu dengan Kryptonite anda. 

 

Bagi seorang bapak atau orang tua kebanyakan kryptonite kita adalah buah hati kita, anak kita. Dimana sering kali kita sulit untuk mengambil keputusan apabila dihadapkan pilihan yang menyangkut kehidupan dan masa depannya. Misalkan apabila terdapat perbedaan pandangan dan prinsip dengan sang ibu buah hati kita dan dihadapkan pada satu pilihan anda harus mengarungi kehidupan ini sendiri dan terpisah, maka banyak pertimbangan yang harus diambil khususnya menyangkut kondisi psikologies dan perkembangan si buah hati. Kadang kala keputusan bisa diambil secara cepat dan kita segera "move on" pada proses kehidupan selanjutnya, namun kadang kala keputusan itu harus tarik ulur dan berliku atau malah kadang kita mendiamkan dalam kurun waktu tertentu dan berusaha untuk memperbaikinya. Acapkali ketika kita menunda nunda suatu keputusan kita juga akan menemukan "another" kryptonite. "Solving"  satu kryptonite saja pusingnya tujuh keliling apalagi menghadapi dan menemukan "another one".

 

Kryptonite disini bisa diterjemahkan sebagai titik terlemah anda, kita. Kryptonite ini bisa juga dibaca sebagai bentuk ketakutan kita. Sesuatu yang membuat kita berfikir dua kali dalam menghadapinya. Namun demikian sejatinya Kryptonite itu adalah unsur dari masa lalu (berasal dari planet dimana Karl Ell) maka kelemahan ini bisa di"manage" untuk dijadikan pendorong kita untuk mau lebih giat, lebih bersiap siap, lebih hati2, dalam melaksanakan pekerjaan kita. Menyadari kelemahan yang berasal dari masa lalu ini mengajarkan kita untuk lebih kuat, lebih berhati hati dan lebih mempersiapkan diri untuk mengerjakan yang terbaik. Disatu sisi memang mudah untuk mengatakan agar mengubah energy negative "kryptonite" kita menjadi energi positive. Iya memang diperlukan "mesin" pengubah yang bisa menjadikan "handycap(s)" menjadi pendorong, dan juga diperlukan energi lain yang tak kalah besarnya ibarat proses penumbukan atom guna mencari energy nuklir agar bisa digunakan untuk kehidupan. Diperlukan satu teknik penataan diri agar kita bisa terlepas dari orbital energy negative itu, sehingga kita bisa mengukur dan menata.

 

Keberhasilan dalam menentukan ukuran dan takaran yang tepat "kryptonite" kita ini mementukan titk balik dan tingkat keberhasilan kita sebagai manusia. Teknik penataan diri yang tepat dalam mengelola "kryptonite", akan membantu  kita lebih manusiawi karena menyadari bila kita memiliki kelemahan, menjadi lebih membumi karena kita masih membutuhkan pertolongan, membuat kita lebih paham akan apa dan bagaimana fungsi kita sebagai manusia, menghilangkan sombong dan kesombongan dalam diri. Sebagaimana Kryptonite yang menjadikan Superman lebih manusiawi dalam tindak tandukknya, semoga dengan menyadari kelemahan yang kita miliki, kita bisa jadi superman yang manusiawi dan lapang dada.

 

 

Kontributor: Achmad Room Fitrianto