Kajian Ba'da Subuh 16 Maret 2018 oleh Abdullah Gymnastiar (Aa' Gym)

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Berikut ringkasan kajian ba'da subuh 16 Maret 2018 yang disampaikan oleh Abdullah Gymnastiar (Aa' Gym).

MENGGAPAI HATI YANG TENANG

Menjadi muslim di perantauan yang mayoritas non-muslim misalnya seperti di perth bisa menjadi muslim yang beruntung karena empat hal :

1. Beriman kepada Allah

Dasar iman adalah ilmu. Sebagai contoh bila ada seseorang yang menggenggam tangan lantas bertanya (kepada orang lain yang belum tahu) “Apa yang tahu apa yang ada dalam genggaman tangannya?” Orang lain pasti akan menebak tanpa tahu secara pasti apa yang sedang digenggamnya. Tetapi ketika diperlihatkan di dalam genggaman tangan, misalnya ada uang dua ribu rupiah, bila ditanyakan dengan pertanyaan yang sama, dengan mudah orang lain punya keyakinan bahwa dalam genggaman tangan ada uang dua ribu rupiah. Meskipun diberitahu bahwa di genggaman tangan ada uang lima ribu, tetap tidak percaya karena sudah ada bukti sebelumnya. Nah, bukti ini bisa didapat dengan mujahadah. Sama halnya dengan sedekah atau ibadah yang lain. Kalau membiasakan bersedekah dengan ikhlas, misalnya 5% dari setiap harta kita, secara konsisten, nanti kita bisa melihat bagaimana rejeki itu bertambah, tidak berkurang. Hal ini juga akan tetap terjadi walaupun misalnya kita naikkan sebesar 10%. Dengan bermujahadah seperti ini, kita bisa meyakini bahwa tidak berkurang harta dengan bersedekah sesuai dengan janji Allah SWT. Bahwa sedekah berfungsi sebagai penolak bala'. Sehingga kita yakin kepada Allah lewat ilmu sedekah. Orang-orang yang tidak memasuki dunia mujahadah, agak susah untuk bertambah keyakinannya kepada Allah SWT.

2. Beramal soleh

Beruntung kalo semua aktivitas jadi amal soleh. Walaupun tinggal di perth, luar negeri, kalau kuat ilmu agamanya, imannya insyaallah kuat. Tapi kalau kurang ilmu agamanya, kurang kuat imannya. Sebagai contoh, kemarin Aa' dengar bahwa ada seorang mualaf orang Indonesia, suaminya meninggal punya anak dua. Ketika ditanya apa yang paling diinginkan ? Ternyata dia menginginkan menginginkan anaknya masuk pesantren (nyantri), bawa ke sekolah agama. Kenapa? Karena dengan ilmu lah, imannya jadi kuat. Bayangkan, seorang katolik Tionghoa masuk islam, tak lama kemudian suaminya meninggal, berusaha keras agar anaknya ini mendapat pelajaran agama karena berkeyakinan tanpa ilmu tidak akan kuat imannya. Dalam hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين “Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, Allah akan faqihkan ia dalam masalah agama (ini)”. Jadi ternyata bukan pangkat, jabatan, kedudukan, gelar, popularitas, tetapi diberi paham agama islam. Dan sumber kebahagiaan, kemuliaan, keselamatan itu ada didalam kepatuhan kepada Allah. Dan untuk beramal soleh pun ada ilmunya. Rumus umumnya harus tahu dulu baru melakukan sesuatu berdasar ilmu. Untuk yang sudah tahu tapi tidak melakukannya, ya tidak dihitung sebagai amal soleh. Makanya aset terbesar dari kekuatan iman adalah ilmu.

3. Berdakwah

Kita sebagai muslim ini wajib untuk berdakwah. Dakwah tidak harus dengan bicara, namun dengan akhlak juga sudah berdakwah. Jangan sampai kita salah setting, misalnya di Australia, kita bertanya dakwah apa dong kalau negerinya sudah lebih bersih, lebih rapi, lebih teratur ? Meski lebih baik di bandingkan Indonesia dalam banyak hal secara duniawi, ada akhlak yang luar biasa dari diri seorang muslim sebagai dakwah, yakni kebeningan hati terhadap Allah, meng-Esa-kan Allah. Ketauhidan itulah dakwah yang luar biasa. Sebagai contoh singapura yang rapi bersih, tapi bisa menuhankan uang, menuhankan aturan. Inilah dakwah seorang muslim disini. Orang yang tauhidnya bagus, dia akan tenang dalam segala kondisi. Ketenangan tidak akan bisa diperoleh dengan uang, dengan harta, gelar, pangkat, jabatan. Jadi rahasia utama adalah ketika hati sudah bertauhid, dia pasti akan sangat tenang. لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُون Ketenangan ini akan memancar dari wajah, tutur kata, sikap, dan ini yang termahal yang tidak bisa dibeli oleh siapapun. Jadi kalo kita berdakwah ilmu agama tapi kitanya tidak tenang, kita tidak akan bisa merasakan mengalirnya ilmu kepada orang lain. Getaran itu tidak nyampe ke orang lain. Walaupun kita cerita tentang indahnya islam tapi pas lihat wajah kita, kurang meyakinkan. Artinya kurang indah tandanya. Kenapa? karena hatinya terbebani oleh takut akan hal selain Allah. Orang non islam itu amanah dari Allah kepada kita yang sudah ditakdirkan islam. Perkara hidayah, itu hak Allah yang membolak-balikkan hati. Misalnya kita sudah berdakwah tapi belum berubah juga. Hidayah itu prerogative Allah. Tapi perkara kita ambil bagian di dalam upaya menyampaikan bukti indahnya islam merupakan bentuk dakwah kita. Amal soleh dalam islam tidak hanya amal ibadah saja. Amal ibadah biasa itu penting tapi itu hanya untuk kita sendiri. Tetapi kalau kita ajak orang beribadah, dan dia beribadah, dia akan mendapatkan pahala untuk dirinya. Dan juga tiap dia beribadah, kita juga kebagian pahalanya.

4. Bersabar

Dan yang terakhir tawashoubissobri, bagaimana kita berada di Australia ini bias menahan diri, pikiran, nafsu, lisan, sikap, yang berkualitas dan bisa mengajak orang lain untuk bersabar. Kita pasti mati, mau di negara manapun. Dan yang beruntung adalah yang istiqomah melaksanakan keempat hal diatas yakni memahami kebenaran, wa 'amalun solihan (mengamalkan kebenaran), tawashoubil haq (mendakwahkan kebenaran), dan bersabar di dalam semua proses. Terima kasih, itu saja yang dapat disampaikan, mudah-mudahan ada hikmahnya. Subhanakallahu wa bihamdika. Asyhaduallah ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik.