Dipandu oleh moderator Ilham Hadiana (presiden terpilih kabinet CIMSA Berkarya 2016-2017) dan Maya Irjayanti (Wamen Jaringan Kerjasama dari kabinet yang sama), diskusi berlangsung meriah dengan dihadiri oleh para mahasiswa, warga Indonesia di Perth serta staf KJRI. Para narasumber membagi pengalamannya dalam menulis buku yang sarat dengan cerita-cerita seru seputar pergulatan meraih beasiswa dan menimba ilmu di bagian barat negeri Kangguru ini. Joni Safaat Adiansyah berbagi kisah mengenai pengalamannya menjadi 'representatif' mahasiswa muslim di Perth, di mana ia dihadapi oleh pertanyaan-pertanyaan seputar kitab suci Al-Quran dan berita-berita terorisme dari ISIS, sementara Kristian Agung dan Endah bercerita mengenai jatuh-bangun perjuangan mengejar beasiswa. Ada pula Nurmaliah yang bertutur tentang serunya bermukim dan beradaptasi dengan mahasiswa beragam bangsa di asrama kampus, serta petualangan melancong ke berbagai negara dari Moch Abdul Kobir dan tips berbelanja hemat untuk mahasiswa rantau oleh Abid Halim, mahasiswa rantau asal Gorontalo. 

Para penulis buku berbagi cerita dalam diskusi

 

Diskusi ditutup dengan pembagian door prize berhadiah buku serta suvenir CIMSA bagi para peserta yang beruntung menjawab pertanyaan dengan tepat dari moderator. Hasil penjualan buku "Pelangi dari Selatan" akan didonasikan sepenuhnya untuk program beasiswa bagi anak Indonesia, sebagai bagian dari program yang telah dijalankan CIMSA selama ini. 

 

Foto bersama dengan Bapak dan Ibu Konjen serta peserta

 

Berita selengkapnya mengenai seluk-beluk buku "Pelangi dari Selatan", juga dapat dibaca di tautan berikut ini: 

http://news.detik.com/australiaplus/3333208/mahasiswa-ri-di-perth-luncurkan-buku-pelangi-dari-selatan