PEDOMAN DASAR ORGANISASI

PEDOMAN DASAR ORGANISASI

BAB I : ORGANISASI

Pasal 1 : Nama dan Bentuk Organisasi

1.   Nama organisasi adalah “Curtin Indonesian Muslim Student Association” (dalam Bahasa Indonesia disebut “Asosiasi Mahasiswa Muslim Indonesia Curtin”) yang selanjutnya disebut CIMSA, berkedudukan di Curtin University, Western Australia.

2.    Bentuk organisasi adalah organisasi kemahasiswaan yang dijalankan oleh mahasiswa/i muslim Indonesia yang sedang menjalani pendidikan di Curtin University, Western Australia.

Pasal 2 : Visi dan Misi

1.    Visi

Mewujudkan CIMSA sebagai wadah untuk mewujudkan generasi yang berakidah, beribadah dan berakhlak seperti Rasulullah SAW, menjunjung nilai-nilai Islam, berjiwa lokal, dan berdaya saing Internasional.

2.    Misi

Memberdayakan masyarakat Indonesia pada umumnya dan mahasiswa Indonesia pada khususnya di Western Australia untuk berperan dalam memperkenalkan dan mengembangkan kebudayaan Indonesia yang Islami.

Pasal 3 : Sifat, Nilai-Nilai dan Karakter Organisasi

1.    Sifat          :    Kemahasiswaan, Kemasyarakatan, Keagamaan.

2.    Nilai-Nilai  :    Dzikir, Fikir, Ikhtiar, Amal Sholeh.

3.    Karakter   :    Tengah-tengah, Seimbang, Tegak Lurus, Moderat, Toleran.

BAB II : KEPENGURUSAN DAN KEANGGOTAAN

Pasal 4 : Pengurus

1.      Pengurus CIMSA (selanjutnya disebut Pengurus) terdiri dari:

a.      Presiden CIMSA (selanjutnya disebut Presiden); dan

b.      Pengurus Organisasi CIMSA.

2.      Presiden adalah 1 (satu) orang pengurus yang dipilih melalui tata cara pemilihan tertentu dan memiliki tugas-tugas tertentu sebagaimana ditetapkan dalam Pedoman Dasar Organisasi (selanjutnya disebut PDO) ini.

3.      Pengurus Organisasi CIMSA adalah sejumlah pengurus yang ditunjuk oleh Presiden dan bersedia menjadi bagian CIMSA dalam menjalankan Program Kegiatan CIMSA.

4.      Presiden menentukan bentuk dan jabatan Pengurus Organisasi CIMSA sesuai kondisi dan situasi saat kepengurusan, dengan paling sedikit terdiri dari masing-masing 1 (satu) orang:

a.      Wakil Presiden;

b.      Sekretaris; dan

c.      Bendahara.

5.      Presiden menentukan pejabat untuk jabatan Pengurus Organisasi CIMSA sebagaimana ayat 4 di atas dengan mempertimbangkan aspek komitmen dan kesesuaian kompetensi.

6.      Presiden menuangkan penunjukan pejabat dan jabatan sebagaimana ayat 5 di atas dan menetapkan ruang lingkup dan bidang tanggungjawab masing-masing jabatan dalam suatu surat keputusan pengangkatan Pengurus Organisasi CIMSA.

Pasal 5 : Presiden

1.      Syarat Presiden

1.      Mahasiswa/i muslim Indonesia yang terdaftar sebagai mahasiswa di Curtin University, Western Australia.

2.      Minimal telah tinggal di Western Australia selama 6 (enam) bulan.

3.      Memiliki sisa waktu pendidikan di Western Australia minimal dalam masa kepengurusan.

4.      Tidak pernah menjadi Presiden pada kepengurusan sebelumnya.

2.      Tugas Presiden

1.    Menjunjung nilai-nilai yang termaktub dalam Visi dan Misi CIMSA.

2.    Menjadi representasi CIMSA dalam berhubungan dengan pihak luar.

3.    Memimpin organisasi dalam upaya mencapai Visi dan Misi CIMSA.

4.    Menetapkan perencanaan Program Kegiatan dengan dibantu oleh Pengurus Organisasi CIMSA.

5.    Mengatur pelaksanaan Program Kegiatan Pengurus Organisasi CIMSA.

6.    Mengambil keputusan berkenaan dengan kepentingan CIMSA dengan terlebih dahulu bermusyawarah dengan Pengurus Organisasi CIMSA.

7.    Menyampaikan pertanggungjawaban kepengurusan CIMSA yang dipimpin.

Pasal 6 : Pengurus Organisasi CIMSA

1.      Syarat Pengurus Organisasi CIMSA

1.      Mahasiswa/i muslim Indonesia yang terdaftar sebagai mahasiswa di Curtin University, Western Australia.

2.      Memiliki sisa waktu pendidikan di Western Australia minimal dalam masa kepengurusan.

2.      Tugas Pengurus Organisasi CIMSA

1.      Menjunjung nilai-nilai yang termaktub dalam Visi dan Misi CIMSA.

2.      Menyusun rencana Program Kegiatan sesuai bidang jabatan yang ditetapkan oleh Presiden.

3.      Melaksanakan rencana Program Kegiatan yang telah ditetapkan oleh Presiden.

4.      Membantu Presiden dalam musyawarah untuk mengambil keputusan berkenaan dengan kepentingan CIMSA.

5.      Menyampaikan laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan Program Kegiatan yang dilakukan.

Pasal 7 : Tugas Wakil Presiden, Sekretaris dan Bendahara

1.      Selain memiliki tugas sebagai Pengurus Organisasi CIMSA sebagaimana Pasal 6 ayat 2, pemegang jabatan Wakil Presiden, Sekretaris dan Bendahara sebagaimana Pasal 4 ayat 4 memiliki tugas masing-masing sebagai berikut:

1.      Wakil Presiden:

a.        Mewakili Presiden dalam pelaksanaan tugas Presiden yang berkaitan dengan CIMSA dalam hal Presiden berhalangan.

b.        Membantu Presiden dalam melaksanakan tugas memimpin organisasi dalam upaya mencapai Visi dan Misi CIMSA.

c.        Melaksanakan tugas-tugas lain yang ditetapkan oleh Presiden periode berjalan dalam lingkup membantu tugas Presiden dalam memimpin CIMSA.

2.      Sekretaris:

a.        Mengelola administrasi yang berkaitan dengan CIMSA.

b.        Memimpin koordinasi dengan Pengurus Organisasi CIMSA lain dalam hal pelaksanaan administrasi dan pengadaan sarana kegiatan CIMSA.

c.        Melaksanakan tugas-tugas lain yang ditetapkan oleh Presiden periode berjalan dalam lingkup tugas administratif dan sarana kegiatan CIMSA.

3.      Bendahara:

a.        Mengumpulkan Dana CIMSA dalam rekening CIMSA.

b.        Mengelola dana dan rekening CIMSA untuk kepentingan pelaksanaan Program Kegiatan CIMSA.

c.        Melaksanakan tugas-tugas lain yang ditetapkan Presiden periode berjalan dalam lingkup tugas pengumpulan dan pengelolaan Dana CIMSA.

Pasal 8 : Periode Kepengurusan

1.   Periode kepengurusan adalah 1 (satu) tahun.

2.   Periode kepengurusan adalah sejak tanggal 1 September sampai dengan tanggal 31 Agustus tahun berikutnya.

Pasal 9 : Anggota

1.     Anggota CIMSA (selanjutnya disebut Anggota) adalah Mahasiswa/i muslim Indonesia yang terdaftar sebagai mahasiswa di Curtin University, Western Australia dan bersedia menjadi anggota CIMSA.

2.     Tata cara pendaftaran, dokumentasi dan hal-hal lain yang berkaitan dengan administrasi keanggotaan CIMSA ditentukan oleh Pengurus periode bersangkutan.

BAB III : KEGIATAN DAN DANA

Pasal 10 : Program Kegiatan CIMSA

1.      Program Kegiatan CIMSA adalah rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh Pengurus baik yang berkesinambungan maupun terpisah-pisah, secara berkala maupun secara tersendiri, yang dimasukkan ke dalam agenda kegiatan CIMSA dalam setiap periode kepengurusan.

2.      Program Kegiatan CIMSA disusun dan dilaksanakan dengan senantiasa bertujuan untuk mewujudkan Visi dan Misi CIMSA dengan menerapkan Sifat, Nilai-nilai, dan Karakter CIMSA.

3.      Pengurus menyusun Program Kegiatan CIMSA dan melaksanakan kegiatannya setelah ditetapkan oleh Presiden.

4.      Kegiatan yang dilaksanakan antara lain dapat berupa namun tidak terbatas pada:

a.     Peningkatan kemampuan anggota masyarakat, Pengurus dan Anggota seperti pendidikan, pelatihan, wokshop, dan kursus;

b.     Penyebaran informasi dan peningkatan pengetahuan anggota masyarakat, Pengurus dan Anggota seperti kajian, seminar, dan diskusi;

c.     Keikutsertaan dalam acara institusi, organisasi masyarakat, organisasi mahasiswa/i, dan organisasi-organisasi lainnya seperti bazaar, pameran, kegiatan olahraga, dan lain sebagainya;

d.     Pemberian bantuan untuk yang membutuhkan seperti pemberian beasiswa dan sumbangan lainnya;

e.     Silaturrahim, kunjungan dan rekreasi; serta

f.     Kegiatan-kegiatan lain dalam lingkup keagamaan Islam, sosial dan budaya.

Pasal 11 : Sumber Dana

Sumber Dana CIMSA adalah sebagai berikut:

1.     Iuran sukarela Pengurus dan Anggota.

2.     Bagian Anggaran dari keikutsertaan CIMSA dalam Organisasi lain.

3.     Sumbangan lain yang bersifat tidak mengikat.

Pasal 12 : Pengelolaan dan Penggunaan Dana

1.      Dana CIMSA sebagaimana Pasal 11 dikumpulkan dan dikelola melalui rekening CIMSA di bank di Australia oleh Bendahara.

2.      Bendahara bertanggung jawab atas pengelolaan rekening dan Dana CIMSA.

3.      Setiap pengeluaran Dana CIMSA digunakan untuk penyelenggaraan kegiatan CIMSA sebagaimana Pasal 10 ayat 4 dengan diinisiasi oleh Bendahara setelah disetujui oleh Presiden.  

4.      Presiden menentukan jadwal dan tata cara pelaporan penggunaan Dana CIMSA oleh Bendahara apakah setiap selesai kegiatan, secara berkala, ataupun paripurna di bulan terakhir kepengurusan.

5.      Jadwal, tempat dan sarana pelaksanaan pelaporan ditentukan oleh Presiden dengan pertimbangan tersampaikannya keterbukaan penggunaan Dana CIMSA kepada sebanyak-banyaknya Pengurus dan Anggota.

BAB IV : PERTEMUAN, PEMILIHAN PRESIDEN DAN PERTANGGUNGJAWABAN

Pasal 13 : Pertemuan Pengurus

1.      Pengurus mengadakan pertemuan secara berkala ataupun tersendiri untuk perencanaan, persiapan pelaksanaan Program Kegiatan, pengambilan keputusan, dan hal-hal lainnya.

2.      Dalam pertemuan sebagaimana ayat 1 di atas Pengurus dapat mengundang Anggota.

3.      Waktu, tempat, sarana dan hal-hal lain untuk kepentingan pertemuan sebagaimana ayat 1 di atas ditentukan oleh Presiden dengan terlebih dahulu bermusyawarah dengan Pengurus Organisasi CIMSA.

Pasal 14 : Rapat Pertemuan Tahunan

1.      Pengurus menyelenggarakan Rapat Pertemuan Tahunan dengan dipimpin oleh Presiden minimal 1 (satu) kali dalam satu periode kepengurusan.

2.      Pada Rapat Pertemuan Tahunan yang diadakan pada bulan terakhir kepengurusan, dilaksanakan Pemilihan Presiden atau bagian agenda Pemilihan Presiden periode kepengurusan berikutnya.

3.      Yang termasuk bagian agenda Pemilihan Presiden periode kepengurusan berikutnya sebagaimana ayat 2 di atas dapat berupa namun tidak terbatas pada:

a.      Musyawarah akhir penentuan Presiden periode berikutnya dan/atau;

b.      Pembacaan hasil musyawarah pemilihan Presiden periode berikutnya dan/atau;

c.      Penetapan Presiden periode berikutnya.

4.      Pada Rapat Pertemuan Tahunan tersebut dapat diisi dan digabungkan agenda lain yang diselenggarakan pengurus, termasuk di antaranya:

a.      Pertanggungjawaban Pengurus dan/atau;

b.      Pemberhentian Pengurus dan/atau;

c.      Serah terima kepengurusan dari Presiden lama ke Presiden terpilih periode berikutnya dan/atau;

d.      kegiatan-kegiatan CIMSA lainnya.

5.      Tata tertib pelaksanaan kegiatan ayat 2 sampai dengan 4 di atas ditetapkan oleh Presiden sebelum pelaksanaan dan disesuaikan dengan aturan pada Curtin Guild Club Constitution dan  Curtin Student Guild Club Handbook yang berlaku.

6.      Waktu dan tempat penyelenggaraan Rapat Pertemuan Tahunan ditentukan oleh Presiden dengan bermusyawarah terlebih dahulu dengan Pengurus Organisasi CIMSA, dengan mempertimbangkan kemampuan kehadiran sebanyak-banyaknya Pengurus dan Anggota.

Pasal 15 : Pemilihan Presiden

1.      Pengurus menyelenggarakan pemilihan Presiden periode kepengurusan berikutnya pada bulan terakhir kepengurusan.

2.      Pemilihan Presiden periode kepengurusan berikutnya sebagaimana ayat 1 di atas dilakukan secara musyawarah dengan dipimpin oleh Presiden.

3.      Musyawarah sebagaimana ayat 2 di atas dilakukan dengan terlebih dahulu membentuk Tim Formatur yang diketuai oleh Presiden.

4.      Tim Formatur sebagaimana ayat 3 di atas dibentuk dari unsur Pengurus dan Anggota, paling sedikit berjumlah 5 (lima) orang dan paling banyak ditentukan oleh Presiden.

5.      Termasuk di dalam tugas Tim Formatur adalah mengusulkan dan menyaring calon Presiden periode berikutnya serta apabila dianggap perlu, menentukan langkah-langkah dalam musyawarah demi terselenggaranya pemilihan Presiden periode kepengurusan berikutnya yang sesuai dengan Visi dan Misi CIMSA.

6.      Dalam hal musyawarah tidak berhasil mendapatkan Presiden periode kepengurusan berikutnya, Presiden menentukan tata cara pemilihan lain untuk memilih Presiden periode kepengurusan berikutnya.

7.      Pemilihan Presiden atau bagian agenda Pemilihan Presiden periode kepengurusan berikutnya dilaksanakan dalam Rapat Pertemuan Tahunan sebagaimana diatur pada Pasal 14 ayat 2 dan ayat 3.

Pasal 16 : Pertanggungjawaban

1.     Pada bulan akhir periode kepengurusan, Presiden menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepengurusan kepada Pengurus Organisasi CIMSA dan Anggota.

2.     Pada penyampaian laporan pertanggungjawaban oleh Presiden sebagaimana ayat 1 di atas, Pengurus Organisasi CIMSA menyampaikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan Program Kegiatan sesuai jabatan masing-masing.

3.     Tata cara dan tata tertib pelaksanaan laporan pertanggungjawaban sebagaimana ayat 1 dan 2 di atas ditentukan oleh Presiden dengan mempertimbangkan efisiensi waktu dan tersampaikannya laporan pertanggungjawaban Pengurus dengan baik.

4.     Waktu, tempat, dan sarana pelaksanaan laporan pertanggungjawaban ditentukan oleh Presiden dengan mempertimbangkan kemampuan kehadiran sebanyak-banyaknya Pengurus dan Anggota.

BAB V : LAIN-LAIN

Pasal 17 : Hal-hal Mengenai Pedoman Dasar Organisasi

1.      Seluruh hal yang berkaitan dengan CIMSA wajib berpedoman pada PDO.

2.      Apabila dianggap penting dan mendesak oleh Pengurus untuk kebaikan dan perkembangan CIMSA, perubahan atas PDO dapat dilakukan.

3.      Untuk menjaga kesinambungan maksud dan tujuan pembentukan CIMSA, perubahan PDO sebagaimana ayat 2 di atas wajib disetujui secara bersama-sama paling sedikit oleh:

a.      Presiden periode berjalan;

b.      1 (satu) orang Pengurus Organisasi CIMSA periode berjalan; dan

c.      2 (dua) orang Pengurus periode sebelumnya.

4.      Perubahan PDO sebagaimana ayat 2 di atas dituangkan dalam sebuah Amendemen PDO yang ditandatangani oleh Pengurus dan Pengurus Organisasi CIMSA sebagaimana ayat 3 di atas dan disimpan oleh Pengurus sebagai dokumen resmi CIMSA.

5.      Sebagai organisasi yang terdaftar di Curtin Student Guild, hal-hal yang berkaitan dengan CIMSA yang diatur dalam PDO menyesuaikan dengan aturan dalam Curtin Guild Club Constitution dan  Curtin Student Guild Club Handbook yang berlaku, sepanjang tidak bertentangan dengan Visi dan Misi serta Sifat, Nilai-Nilai dan Karakter Organisasi CIMSA.

Pasal 18 : Aturan Tambahan

1.      Penggantian Presiden Antar Waktu

Dalam hal Presiden mengundurkan diri, atau tidak lagi memenuhi syarat untuk menjadi Presiden, atau berhalangan tetap, maka:

1.      Dalam hal tidak berhalangan tetap, sebelum berhenti Presiden membentuk dan memimpin Tim Formatur Pemilihan Presiden antar waktu dengan ketentuan sesuai Pasal 15 ayat 4 yang bertugas untuk bermusyawarah guna mengambil langkah-langkah untuk dan sampai terpilihnya Presiden antar waktu.

2.      Dalam hal Presiden berhalangan tetap, Pengurus membentuk Tim Formatur dengan ketentuan mengikuti Pasal 15 ayat 4 namun dipimpin oleh Wakil Presiden, selanjutnya jika Wakil Presiden berhalangan; Sekretaris; selanjutnya jika Sekretaris berhalangan; Bendahara, untuk bermusyawarah dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk dan sampai terpilihnya Presiden antar waktu periode kepengurusan tersebut.

2.      Pengurus Yang Tidak Lagi Memenuhi Syarat

Dalam hal khusus terdapat Pengurus Organisasi CIMSA yang tidak lagi memenuhi syarat Pengurus Organisasi CIMSA sebagaimana Pasal 6 ayat 1, Presiden mengambil keputusan tentang status Pengurus Organisasi CIMSA tersebut pada periode berjalan untuk kepentingan dan kebaikan CIMSA dan Pengurus Organisasi CIMSA tersebut dengan terlebih dahulu bermusyawarah dengan Pengurus Organisasi CIMSA lainnya.

3.      Hal-hal Teknis Yang Belum Diatur dalam PDO

Hal-hal yang bersifat teknis yang belum diatur dalam PDO dapat diputuskan oleh Presiden dengan terlebih dahulu bermusyawarah dengan Pengurus Organisasi CIMSA dan dilakukan sepanjang tidak bertentangan dengan Visi dan Misi CIMSA dan PDO.



Diterbitkan di Perth, Jum’at, 14 Agustus 2015 / 29 Syawal 1436 Hijriah

Tim Penyusun Pedoman Dasar Organisasi

Curtin Indonesian Muslim Student Association

 

Penasehat:

Presiden CIMSA 2014-2015

Moch. Abdul Kobir 

 

 

 

Ketua:

Gorga Parlaungan 

 

Anggota:

 

1.        Akhdian Reppawali 

2.        Budi Cahyono 

3.        Joni Safaat Adiansyah 

4.        Leny Maryouri 

 

5.        Tubagus Solihuddin